Sabtu, 03 Maret 2012

ASAM DAN BASA dan GARAM


A. ASAM
1. Pengertian Asam
            Pengertian asam menurut Arrhenius, asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hydrogen atau ion hidronium. Ion dapat berupa atom tunggal atau gugusan atom (lebih dari satu atom) yang mempunyai muatan listrik.
a.       Terjadinya Asam
Reaksi pelepasan ion H+ atau ion H3O+  dari senyawa asam
HCl→ H+ + Cl- atau
HCl + H2O → H3O+ + Cl-
Nama lain dari ion hydrogen(H+) adalah proton sehingga asam juga dapat didefenisikan sebagai senyawa yang dapat memberikan proton atau proton donor.
b.      Senyawa Asam dan Kegunaannya
Dalam keseharian, senyawa asam dan kegunaannya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di bidang industri.
1.      Dalam kehidupan sehari-hari
Senyawa asam banyak terkandung dalam buah-buahan yang rasanya masam, seperti buah belimbing, mangga,jeruk,lemon,nanas,dan lain-lain.
 Selain itu senyawa asam juga terdapat dalam makanan dan minuman seperti susu, manisan(asam sitrat),soft drink (asam sitrat), dan acar mentimun (asam cuka).

2.      Dalam bidang industri
Senyawa asam banyak digunakan dalam bidang industri seperti:
·         Asam sulfat (H2SO4)  digunakan sebagai cairan pengisi aki motor, bahan pupuk kimia, pembersih logam dari korosi,pigmen cat, dalam keadaan pekaat sebagai pengering air.
·         Asam klorida (HCl) digunakan sebagai pembersih besi dari karat, bahan pembersih keramik, pengurai makanan dalam lambung,dicampur dengan asam nitrat sebagai pelarut logam emas (campuran asam klorida dan asam nitrat yang disebut air raja.
·         Asam nitrat (HNO3) digunakan sebagai pembuatan bahan peledak jenis TNT, dengan asam kloridaa merupakan pelarut emas,bahan pembuatan pupuk nitrogen,penghasil gas NO2 jika direaksikan dengan logam.
·         Asam fosfat(H3PO4) digunakan sebagai pupuk fosfat
·         Asam sitrat(C6H8O7) digunakan sebagai bahan pembuat rasa asam pada minuman,manisan,sirup,dan soft drink,bahan pengawet makanan.
·         Asam benzoat(C6H6COOH) digunakan sebagai bahan pengawet makanan.
·         Asam borat (H3BO3) digunakan sebagai pembersih mata dan obat luka.
·         Asam asetat (CH3COOH) disebut juga asama cuka untuk berbagai keperluan dapur,pengawet, dan media asam untuk membuat nata de coco.

2.Ciri-Ciri Senyawa Asam
            Adapun cirri-ciri senyawa asam antara lain:
a.       Mempunyai Rasa Masam
Salah satu cirri senyawa asam adalah mempunyai rasa masam. Namun harus diingat bahwa kita tidak boleh sembarangan mengenali suatu asam dengan cara mencicipinya dengan mulut. Hanya asam pada makanan dan minuman saja yang dapat dicicipi sedangkan beberapa asam lainnya bersifat racun dan sangat berbahaya jika terkena kulit apalagi dicicipi.
            Beberapa contoh asam yang berbahaya seperti asam klorida dan asam sulfat. Kedua asam ini pada konsentrasi rendah akan menyebabkan gatal-gatal dan pedih jika terkena kulit, sedangkan pada konsentrasi tinggi akan menyebabkan luka bakar yang serius.
b.      Dapat menghantarkan arus listrik
Asam dapat menghantarkan arus listrik karena dalam larutan asam terdapat ion-ion yang bermuatan listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit, contohnya aki motor.
Berdasarkan kemampuan daya hantar listriknya, asam dapat dibedakan menjadi asam kuat dan asam lemah.

1.   Asam kuat mempunyai daya hantar listrik yang baik, karena asam kuat mampu melepaskan ion hydrogen dengan sempurna.
2.    Asam lemah mempunyai daya hantar listrik yang kurang baik, karena asam lemah tidak mampu melepaskan ion hydrogen dengan sempurna.
Alat yang digunakan untuk menguji kuat lemahnya suatu asam disebut alat uji elektrolit. Jika lampu pada alat elektrolit menyala terang, maka larutan asam yang sedang diuji merupakan asam kuat. Jika lampu pada alat uji elektrolit menyala redup, maka larutan asam yang sedang diuji merupakan asam lemah.

c.       Dapat Bereaksi dengan Sebagian Besar Logam
Senyawa asam yang dapat bereaksi dengan logam seperti seng(Zn), besi (Fe),nikel (Ni), magnesium (Mg), dan lain-lain. Reaksi tersebut akan menghasilkan gas hydrogen dan suatu senyawa garam , oleh karena itu asam dikatakan bersifat korosif.

d.      Bereaksi dengan Basa Membentuk Garam dan Air
Semua asam jika bereaksi dengan basa akan membentuk garam dan air. Reaksi asam dan basa dikenal dengan istilah reaksi penetralan. Dikatakan reaksi penetralan karena reaksi asam dan basa menghasilkan garam dan air yang bersifat netral.
            Contoh:
            HCl + NaOH→ NaCl + H2O

e.       Dapat Dideteksi dengan kertas lakmus
Kertas lakmus merupakan kertas yang mengandung senyawa organic tertentu yang dapat dipakai untuk membedakan larutan asam dan larutan basa. Kertas lakmus mempunyai dua warna yaitu merah dan biru.
1.      Lakmus merah jika dicelupkan dengan larutan asam akan tetap berwarna merah, namun jika dicelupkan dengan larutan basa akan berubah warna menjadi warna biru.
2.       Lakmus biru jika dicelupkan dengan larutan asam akan berubah warna menjadi merah, namun jika dicelupkan dengan larutan basa akan tetap berwarna biru.

B. BASA
1.  Pengertian Basa
            Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ionn hidroksida (OH-). Ion hidroksida merupakan ion yang bermuatan negatif. Ion hidroksi dapat bereaksi dengan ion hydrogen (H+)  yang bermuatan positif sehingga membentuk air yang bersifat netral (tidak bermuatan).
                        OH + H+→H2O
            Basa dapat disebut sebagai akseptor proton,karena senyawa basa menerima ion H+(proton) yang berasal dari asam. Contoh senyawa basa adalah natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), ammonium hidroksida (NH4OH), dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2).

a.       Terjadinya basa
Reaksi pelepasan ion hidroksida (OH-) dari senyawa basa.
Contoh:
Amonium hidroksida
NH4OH → NH4+  + OH- atau
NH3 + H2O→ NH4+ + OH-
Senyawa basa selain menghasilkan ion hidroksida yang bermuatan  negative juga meninggalkan sisa yang berupa ion positif.

b.      Senyawa Basa dalam Kehidupan Sehari-hari
Senyawa basa banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti sabun,detergen,pembersih lantai, obat sakit mag,dan lain-lain. Seperti magnesium hidroksida (MgCOH2) adalah senyawa basa yang terdapat dalam sakit mag.
Senyawa basa dan kegunaannya:
·         Natrium hidroksida (NaOH) digunakan sebagai pembuatan pupuk,sabun,pembersih pipa.
·         Kalium hidroksida (KOH) digunakan sebagai pembuatan sabun, elektrolit pada baterai.
·         Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) digunakan sebagai obat sakit mag.
·         Ammonium hidroksida (NH4OH) digunakan sebagai pembersih perabotan rumah tangga, obat pembersih ketombe.
·         Aluminum hidroksida (Al(OH)3) digunakan sebagai deodorant,obat sakit mag,

2.Ciri-Ciri Senyawa Basa
            Adapun cirri-ciri senyawa basa antara lain:
  • Terasa pahit dan terasa licin di kulit
Senyawa basa sebagian besar mempunyai rasa pahit dan getir. Jika senyawa ini disentuh, maka akan terasa licin. Contoh senyawa basa yang berbahaya di antaranya NaOH, KOH, dan NH4OH.
  • Dapat menghantarkan arus listrik
Senyawa basa dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion hidroksida (OH-) dan sisa basa yang bermuatan positif. Ion-ion inilah yang dapat menghantarkan arus listrik sehingga bisa termasuk larutan elektrolit.
Senyawa basa dibedakan menjadi 2 yaitu basa lemah dan basa kuat. Kuat lemahnya suatu senyawa basa tergantung pada kemampuan senyawa basa itu dalam melepaskan ion hidroksida (OH-).
1.      Basa kuat adalah senyawa basa yang mampu melepaskan ion hidroksida dalam jumlah banyak.
2.      Basa lemah adalah senyawa basa yang mampu melepaskan ion hidroksida dalam jumlah sedikit.
  • Bereaksi dengan sebagian besar logam menghasilkan endapan dan senyawa logam
Senyawa basa dapat bereaksi dengan sebagian logam seperti magnesium. Kalisum,aluminium, dan beberapa logam yang lain membentuk suatu endapan putih,
Contoh:
2Mg + OH-→ Mg(OH)2     endapan putih
  • Bereaksi dengan asam membentuk garam dan air
Garam terbentuk sebagai hasil reaksi antara asam dengan basa. Reaksi asam dan basa dikenal pula dengan istilah reaksi penetralan.
Contoh:
NaOH + HNO3→ NaNO3 + H2O


  • Dapat bereaksi dengan kertas lakmus
Kertas lakmus merah jika dicelupkan ke dalam larutan asam akan tetap berwarna merah, sebaliknya kertas lakmus biru jika dilarutkan dalam larutan basa akan tetap berwarna biru. Jika kertas lakmus merah dicelupkan ke dalam larutan basa, maka akan berubah warnanya menjadi biru, sedangkan kertas lakmus biru jika dicelupkan ke dalam larutan asam akan berubah warna menjadi merah.


 C. GARAM
1. Pengertian garam
            Garam adalah senyawa yang terbentuk dari ion positif sisa basa dan ion negative sisa asam.

                               a.            Proses terbentuknya garam
Sifat garam sangat tergantung pada sifat asam dan basa pembentuknya.
1.    Campuran asam kuat dengan basa kuat akan membentuk garam yang sifatnya netral.
2.  Campuran asam kuat dengan basa lemah akan membentuk garam yang bersifat agak asam.
3.  Campuran asam lemah dengan basa kuat akan membentuk garam yang bersifat agak basa.

                              b.            Reaksi pembentukan garam kalium klorida KCl)
                         Perhatikan reaksi antara basa kalium hidroksida dengan asam sulfat pada persamaan berikut:
            KOH + HCl→ KCl + H2O
            Ion hidrogen (H+) yang berasal dari asam bergabung dengan ion hidroksida (OH-) dari basa membentuk air (H2O). Sisa basa yang berupa ion postitf kalium (K+) dan sisa asam ion negative (Cl-) bergabung membentuk garam kalium klorida (KCl). Oleh karena garam kalium klorida berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka garam kalium klorida yang terbentuk bersifat netral.

2.Contoh garam dan sifatnya
  • Natrium klorida (NaCl)
Garam ini dikenal dengan nama garam dapur. Garam NaCl berasal dari asam kuat asam klorida (HCl) dengan basa kuat natrium hidroksida (NaOH), sehingga garam NaCl bersifat netral.
HCl + NaOH → NaCl + H2O
  • Ammonium klorida (NH4Cl)
Garam ammonium klorida merupakan garam yang berasal dari asam kuat HCl dengan basa lemah (NH4OH). Sehingga garam ini bersifat asam.
HCl + NH4OH → NH4Cl + H2O
  • Natrium asetat (CH3COONa)
Garam ini merupakan garam yang bersifat basa, karena berasal dari asam lemah asam asetat (CH3COOH) dengan basa kuat natrium hidroksida (NaOH), sehingga garam ini bersifat basa.
CH3COOH + NaOH →  CH3COONa + H2O

3.Garam dalam kehidupan sehari-hari
Garam dalam kehidupan sehari-hari dapat dipakai untuk memasak sebagai garam dapur. Contoh garam lain adalah: soda kue (natrium hidrokarbonat: NaHCO3), soda abu (natrium karbonat:Na2CO3), dan obat pengawet makanan (natrium benzoat: C6H6COONa).


 D. INDIKATOR ASAM BASA
      Asam dan basa dapat dibedakan dengan menggunakan suatu indicator, diantaranya dengan kertas lakmus dan fenolftalein. Oleh karena itu, bahan-bahan ini dikenal dengan istilah indicator asam basa, yaitu bahan yang mengandung senyawa yang dapat memperlihatkan perbedaan warna ketika bercampur dengan senyawa asam ataupun senyawa basa. Perbedaan warna ini yang memungkinkan bahan tersebut berfungsi sebagai indicator.
  1. Indicator asam basa di laboratorium
·         Kertas lakmus
Kertas lakmus merupakan indicator asam basa yang berupa kertas. Telah kamu ketahui bahwa ada 2 jenis indicator kertas lakmus, yaitu kertas lakmus warna merah dan kertas lakmus warna biru.
·         Indicator fenolftalein (PP:Phenolphtalein)
Indikator fenolftalein lebih dikenal dengan nama indicator PP. indikator ini berwujud cairan yang bening atau tidak berwarna. Indikator PP jika diteteskan ke dalam larutan asam tidak akan menghasilkan perubahan warna (larutan tetap jernih). Sebaliknya jika indikator pp diteteskan dalam larutan basa, maka larutan akan berubah warna menjadi merah muda(pink).
·         Indikator metal merah
Indikator metal merah berwujud cair. Indikator ini mempunyai sifat jika dalam lingkungan asam akan berwarna merah,sedangkan jika dalam lingkungan basa maka akan berwarna kuning.

           Beberapa indikator asam dan basa di laboratorium
·         Bromtimol biru, jika dalam larutan asam akan berwarna kuning dan jika dalam larutan basa akan berwarna biru.
·         Metil oranye jika dalam larutan asam akan berwarna merah dan jika dalam larutan basa akan berwarna oranye-kuning,
·         Metil merah, jika dalam larutan asam akan berwarna merah dan jika dalam larutan basa akan berwarna kuning,
·         Metil ungu, jika dalam larutan asam akan berwarna kuning dan jika dalam larutan basa akan berwarna hijau,
·         Bromokresol biru, jika dalam larutan asam akan berwarna kuning dan jika dalam larutan basa akan berwarna ungu,

E. PH LARUTAN
pH larutan merupakan ukuran atau derajat keasaman suatu larutan, dapat pula suatu zat padat. Parameter kekuatan asam dan basa dinyatakan dengan nilai pH. Dalam wujud cair, pH menunjukkan konsentrasi dari ion hidrogen (H+) dalam larutan itu. Semakin besar atau tinggi konsentrasi larutan asam, maka nilai pH akan semakin kecil. Sebaliknya, jika larutan semakin bersifat basa, maka nilai pH  akan semakin besar. Dengan demikian, pH dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu larutan yang bersifat asam, basa ataupun netral.
            Nilai atau skala pH mempunyai interval mulai dari 0 sampai 14. Nilai o menunjukkan bahwa larutan bersifat asam kuat,nilai 14 menunjukkan bersifat basa kuat, sedangkan nilai 7 menunjukkan bahwa larutan bersifat netral. Pembagian larutan berdasarkan nilai pH adalah sebagi berikut:

        i.            Larutan asam
Larutan asam mempunyai nilai pH di bawah 7. Semakin kuat keasaman suatu larutan, nilai pHnya semakin kecil. Sebaliknya,semakin lemah keasaman suatu larutan,pHnya semakin mendekati angka 7.
            Kuat lemah suatu asam bergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan ion H+. asam kuat jika dilarutkan dalam air  akan menghasilkan ion H+ lebih banyak daripada asam lemah.

      ii.            Larutan netral
Larutan netral mempunyai nilai pH tepat 7. Air murni merupakan contoh larutan netral yang mempunyai pH 7. Beberapa garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat juga mempunyai nilai pH 7(netral).

    iii.            Larutan basa
Semua larutan basa akan memiliki nilai pH di atas 7. Basa kuat memiliki pH mendekati angka 14, sedangkan nilai pH basa lemah mendekati 7. Contoh basa kuat misalnya NaOH dan KOH. Sedangkan contoh basa lemah misalnya NH3. Basa kuat jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH- lebih banyak dibandingkan  dengan basa lemah.

F. MENENTUKAN pH LARUTAN
          Suatu larutan yang belum diketahui dengan pasti nilai pH nya dapat diketahiu dengan menggunakan alat ukur pH. Ada 2 jenis alat ukur pH, yaitu indikator universal dan pH meter.

  1. Indikator universal
            Indikator universal umumnya berupa kertas, namun ada pula yang berwujud cair. Dalam indikator universal terdapat suatu senyawa organic yang akan mengalami perubahan warna pada pH tertentu. Cara memakai indikator universal adalah dengan meneteskan cairan yang akan dicari pH nya. Selanjutnya, warna yang ditimbulkan dibandingkan dengan warna skala standar yang ada dalam kertas indikator tersebut. Warna yang sama menunjukkan nilai pH dari larutan yang diuji.

       2.  pH meter
pH meter adalah suatu alat elektronik yang dipakai untuk mengetahui nilai pH larutan secara cepat. Ada beberapa macam pH meter, ada yang sudah digital dan ada pula yang masih analog. Jika pH meter yang digunakan analog, maka hasil pengukuran ditampilkan dengan menggunakan jarum (skala). Jika pH meter yang digunakan jenis digital, maka hasil pengukuran ditampilkan langsung berupa angka pada monitor. pH meter digunakan dengan cara mencelupkan elektrodenya ke dalam larutan yang akan diuji.

2 komentar:

  1. HALO GAN... MAAF MENGGANGGU AKTIFITASNYA...
    SAYA PEKERJA TAMBANG. MAU BUAT BAHAN PELARUT EMAS DALAM BATUAN. KIRA2 CAIRAN KIMIA APA YANG DI BUTUHKAN... THNKS...

    BalasHapus
  2. Tanya mas, kalau larutan asam sulfat dicampur dengan larutan garam bagaimana reaksinya, terimakash byk.

    BalasHapus