Sabtu, 03 Maret 2012

UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN

A.  MATERI
1.   Pengertian Materi
Materi atau zat adalah semua yang dapat kita lihat,raba, dan kita cium baunya.  Materi sangat banyak jumlahnya, dilihat dari jenis penyusunnya maka materi atau zat dapat dibedakan menjadi zat tunggal seperti tembaga,besi,aluminium, dan campuran seperti teh manis, udara dan lain-lain. Cirri-ciri dari suatu materi adalah memiliki massa dan volume.
   a.      Materi memiliki massa
Massa adalah kumpulan partikel materi yang menyusun suatu benda. Masaa mempunyai satuan yang disebut satuan massa, yaitu milligram(mg), gram (gr),atau kilogram (kg).
Massa dengan berat tidaklah sama. Massaa benda bersifat tetap selama tidak mengalami perubahan fisik (tidak ada  penambahan atau pengurangan pada benda tersebut), sedangkan berat benda berkaitan dengan gaya gravitasi.
      b.            Materi memiliki volume (ruang)
Sifat khas materi yang lain adalah memiliki volume (ruang). Volume mempunyai satuan milliliter (ml), liter,dll. Seperti dalam kehidupan sehari-hari jika kita membeli minyak, maka hitungannya adalah volume dari zat tersebut.
Dari 2 ciri khas tersebut, maka defenisi dari materi adalah sesuatu (benda) yang memiliki massa dan memiliki volume.

2.      Klasifikasi materi
Kita dapat membuat klasifikasi materi dengan melihat jenis penyusunnya. Dilihat dari jenis penyusunnya, materi atau zat dapat dibedakan menjadi 2, yaitu zat tunggal atau sering disebut juga zat murni dan campuran. Zat tunggal atau zat murni merupakan materi yang mempunyai sifat dan komposisi tertentu. Misalnya tembaga(Cu),besi (Fe), aluminium (Al), air (H2O),garam dapur (NaCl), gula pasir (C12H22O11) dan lain-lain. Selanjutnya zat tunggal dibedakan lagi menjadi unsur dan senyawa.
Sedangkan campuran merupakan perpaduan materi yang terdiri lebih dari satu jenis zat tunggal. Misalnya teh manis terdiri atas air, teh dan gula pasir. Caampuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.

B.   UNSUR
1.      Pengertian unsur
Unsur adalah suatu zat tunggal yang sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Lambang unsur dituliskan berdasarkan nama unsur dalam bahasa latin, yaitu dengan cara menuliskan huruf capital yang sesuai dengan huruf pertama dari nama unsur tersebut. Unsur yang mempunyai huruf pertama sama, maka penulisan dilakukan dengan 2 huruf, yaitu satu capital dari huruf pertama nama unsur tersebut,diikuti dengan huruf kecil yang merupakan bagian huruf dari nama unsur yang bersangkutan.
2.      Unsur dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh unsur yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
·         Besi (Fe)
Besi dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dalam bidang pertanian, besi diolah menjadi alat bantu petani sebagai cangkul,sabit,pisau, dan lain-lain. Di bidang industri besi digunakan untuk mesin-mesin produksi sebagai kerangkanya. Dalam pembangunan perumahan, sebagai penguat otot dinding bangunan dan plat cor bangunan,demikian juga dalam pembuatan kerangka jembatan, pesawat terbang, dan lain-lain.
Di alam besi terdapat dalam bentuk bijih besi. Misalnya dalam bentuk hematit(Fe2O3), magnetit (Fe2O4), limonit (Fe(OH)) dan siderite (FeCO3).
·         Aluminium (Al)
Logam aluminium banyak digunakan sebagai kawat kabel listrik, bahan pesawat terbang,kemasan pembungkus makanan agar lebih awet, aliminium foil. Di alam aluminium terdapat dalam bentuk bijih. Bijih aluminium dikenal dengan nama bauksit (Al2O3.nH2O). kriolit (Na3AlF6), kaolin atau tanah liat (Al2O3. 2SiO2. 2H2O), dan tawas (K2SO4. Al(SO4)3. 24H2O).
·         Tembaga (Cu)
Dalam kehidupan sehari-hari logam tersebut dimanfaatkan sebagai kabel kawat listrik karena mempunyai sifat penghantar yang sangat baik, selongsong peluru, bahan dasar mata uang logam, dan berbagai lat rumah tangga. Di alam, tembaga terdapat dalam bijih besi kalkopirit (cupryte) Cu2O dan malasit Cu2CO3(OH)2.
3.      Lambang Unsur
Lambang unsur yang dipakai sampai saat ini diusulkan oleh J.J. Berzeliuss (1779-1848) seorang warga negara swedia tepatnya pada tahun 1814. Lambang unsur yang diusulkan diambil dari huruf-huruf yang terdapat pada nama latin unsure itu sendiri.
Aturan penulisan lambang unsur adalah sebagai berikut:
a.       Lambang unsur yang terdiri atas satu huruf ditulis dengan huruf besar, yang diambil dari huruf pertama dari nama latinnya.
b.      Lambang unsur yang terdiri atas dua huruf, ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama, diikuti dengan huruf kecil yang diambil dari salah satu huruf dalam nama latin tersebut.
c.       Lambang unsur yang terdiri atas tiga huruf(merupakan unsur temuan baru).

C.    SENYAWA
1.      Pengertian Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal atau zat murni yang terdiri atas lebih dari satu unsur, yang masih dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsure-unsur yang dikandungnya. Misalnya garam dapur (NaCl) sangat bermanfaat bagi kehidupan, tetapi unsur-unsur pembentuknya natrium dan klorin sangat berbahaya. Unsur natrium (Na) sangat reaktif bereaksi dengan air dan dapat menimbulkan ledakan sedangkan klorin (Cl) merupakan zat yang beracun.



2.      Senyawa dalam kehidupan sehari-hari
Beberapa contoh senyawa dalam kehidupan sehari-hari antara lain air ( H2O), air kapur (Ca(OH)2), sernyawa dari besi seperti hematit (Fe2O3), pirit (FeS), siderit (FeCO3), gula pasir (C12H22O11), pupuk urea (CO(NH2)2), asam cuka (CH3COOH), dan sebagainya.

D, CAMPURAN
1.      Pengertian campuran
Telah diuraikan di atas bahwa terbentuknya campuran jika dua atau lebih zat tunggal bercampur, tanpa disertai terjadinya reaksi kimia. Seperti teh manis yang merupakan campuran dari air,teh, dan gula pasir atau air garam yang merupakan campuran antara air dan garam. Di samping itu, campuran antara pasir dan air atau pasir dengan gula juga dinamakan dengan campuran.
2.      Penggolongan campuran
Dilihat dari ukuran partikelnya, campuran dibedakan menjadi dua yaitu campuran yang homogen atau larutan dan campuran heterogen atau disebut campuran. Campuran homogen atau larutan mempunyai ukuran partikel yang sangat halus atau kecil sehingga sukar dibedakan, sedangkan campuran heterogen mempunyai ukuran partikel yang relatif besar.
·         Larutan (campuran homogen)
Larutan dikatakan sebagai campuran yang homogeny(homo: sejenis,sama), karena secara fisik zat tunggal yang menyusun campuran tersebut tidak nampak. Di alam larutan tidak harus berwujud cairan, namun dapat pula berwujud padat, misalnya emas, perhiasan,kuningan, dan perunggu. Larutan dapat pula berwujud gas, misalnya campuran udara bersih antara gas nitrogen dan gas oksigen. Kunci dari suatu larutan adalah ukuran partikelnya yang sangat kecil. Karena begitu kecilnya pertikel, maka terlihat bahwa setiap bagian atau komposisi dari larutan itu terlihat sama atau serba sama.
·         Campuran heterogen
Campuran heterogen atau campuran, merupakan kumpulan dari beberapa zat tunggal yang masing-masing sifat zat tunggal dalam campuran tersebut masih terlihat ukuran partikel dalam campuran tersebut relatif besar sehingga komponen-komponen dalam campuran tersebut dapat dibedakan.
Contoh campuran pasir dan air. Dalam capuran pasir dalam air, terlihat bahwa sifat dan bentuk air masih kelihatan, walaupun menjadi keruh, demikian pula sifat dan wujud pasir juga nampak. Setiap bagian yang diamati akan nampak perbedaan komposisi dari penyusun campuran itu serta komponen-komponen penyusun campuran masih dapat diamati dengan jelas.

3.      Pemisahan campuran
Salah satu cirri dari campuran adalah dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen penyusunnya. Campuran baik yang heterogen maupun homogen dapat dipisahkan dengan cara fisika menjadi komponen-komponen penyusunnya. Pemisahan yang dilakukan harus secara fisika, dengan tujuan materi-materi yang dipisahkan tidak berubah atau rusak jenisnya, misalnya campuran pasir dan aiara, dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Dengan cara di saring, maka air akan lewat saringan sedangkan kotoran atau pasir akan tetap tinggal dalam saringan, sehingga akan diperoleh air dan pasir dalam tempat yang terpisah.
Ada beberapa cara pemisahan campuran yang dapat dilakukan. Beberapa cara pemisahan yang akan dikenalkan antara lain:
·         Penyaringan atau filtrasi
·         Distilasi atau penyulingan
·         Penguapan dan kristalisasi
·         Sublimasi
·         Kromatografi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar